Januari 03, 2015

CLOUD COMPUTING / KOMPUTASI AWAN

Cloud  computing atau  komputasi  awan  merupakan  definisi  untuk  teknologi komputasi  grid  (grid  computing)  yang  digunakan  pada  pertengahan  hingga  akhir 1990-an.  Jargon  komputasi  awan  mulai  muncul  pada  akhir  tahun  2007,  digunakan untuk memindahkan layanan yang digunakan sehari-hari ke Internet, bukan disimpan di komputer lokal lagi. Cloud  computing  atau  komputasi  awan  merupakan  tren  baru  di  bidang komputasi  terdistribusi  dimana  berbagai  pihak  dapat  mengembangkan  aplikasi  dan layanan berbasis SOA (Service Oriented Architecture) di jaringan internet.
Berbagai kalangan dapat menarik manfaat dari layanan komputasi awan ini baik sebagai solusi teknologi maupun mendapatkan manfaat ekonomis darinya. 



Email yang tersedia dalam bentuk web mail merupakan contoh yang sangat kecil dari teknologi cloud computing. Dengan menggunakan layanan email seperti Gmail dan Yahoo Mail, orang tidak perlu lagi menggunakan Outlook atau aplikasi desktop lainnya untuk email mereka. Membaca email dengan browser memungkinkan dilakukan di mana saja sepanjang ada koneksi internet.
Pada tahun 2007, layanan lain termasuk pengolahan kata, spreadsheet, dan presentasi  telah  dipindahkan  ke  dalam  komputasi  awan.  Google  menyediakan pengolah kata, spreadsheet dan aplikasi presentasi di lingkungan komputasi yang awan dan terintegrasi dengan Gmail dan Google Calendar, menyediakan lingkungan kantor di web (atau di awan). Microsoft dan perusahaan lain juga bereksperimen


 dengan mengalihkan program-program ke awan untuk membuatnya lebih terjangkau dan lebih mudah diakses oleh pengguna komputer dan Internet. Perangkat lunak sebagai layanan (istilah Microsoft untuk komputasi awan) adalah barang yang sangat baru bagi kebanyakan orang di Microsoft.
Cloud computing saat ini sangat populer, selain dari pemain besar software seperti  Microsoft  dan  Google,  perusahaan  lain  bermunculan  hanya  untuk menyediakan layanan berbasis awan sebagai pengganti atau penyempurnaan aplikasi pada PC hari ini. Beberapa dari perusahaan tersebut adalah Zoho.com, sebuah office suite online, Evernote.com, merupakan  sebuah situs yang ditujukan untuk catatan online , dan RememberTheMilk.com, manajemen tugas online.
Teknologi komputasi dan teknik pemrograman baru atau teknik pengembangan berubah dengan cepat, tujuan dalam komputasi awan nampaknya akan membuat teknologi  menjadi   sangat  mudah  dimata  user  dan  menjadikannya  sesederhana mungkin. Pengembangan berbasis internet sangat pesat saat ini dengan boomingnya blogging  dan  microblogging  serta  layanan  jejaring  sosial  yang  bertujuan  untuk menemukan cara baru membantu individu dan bisnis untuk dapat berkomunikasi satu sama lain di arena komputasi awan





Sumber :
 http://teknik-informatika.com/apa-itu-cloud-computing-komputasi-awan/ 
 http://blog.komputasiawan.com    


Sosiologi dan Politik

Pengertian Sistem
Suatu kesatuan yang terbentuk dari beberapa unsur (elemen). Unsur, Komponen, atau bagian yang banyak ini satu sama lain berada dalam keterkaitan yang saling kait mengait dan fungsional.

Pengertian Politik
Interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

Pengertian Sistem Politik
Menurut Drs. Sukarno, sistem politik adalah sekumpulan pendapat, prinsip, yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara.
Menurut Almond, Sistem Politik adalah interaksi yang terjadi dalam masyarakat yang merdeka yang menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi.
Menurut Rober A. Dahl, Sistem politik adalah pola yang tetap dari hubungan – hubungan antara manusia yang melibatkan sampai dengan tingkat tertentu, control, pengaruh, kekuasaan, ataupun wewenang.
Sehingga sistem politik adalah mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dalam hubungan satu sama lain yanh menunjukan suatu proses yang langsung memandang dimensi waktu (melampaui masa kini dan masa yang akan datang).

Pengertian Sistem Politik Indonesia
Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya.
Di Indonesia, sistem politik yang dianut adalah sistem politik demokrasi pancasila yakni sistem politik yang didasarkan pada nilai-nilai luhur, prinsip, prosedur dan kelembagaan yang demokratis. Adapun prinsip-prinsip sistem politik demokrasi di Indonesia antara lain:
-         Pembagian kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif berada pada badan yang berbeda
-         Negara berdasarkan atas hukum
-         Pemerintah berdasarkan konstitusi
-         Jaminan terhadap kebebasan individu dalam batas-batas tertentu
-         Pemerintahan mayoritas
-         Pemilu yang bebas
-         Parpol lebih dari satu dan mampu melaksanakan fungsinya

Proses Politik di Indonesia
Sejarah Sistem politik Indonesia dilihat dari proses politiknya bisa dilihat dari masa-masa berikut ini:
·         Masa prakolonial
·         Masa kolonial (penjajahan)
·         Masa Demokrasi Liberal
·         Masa Demokrasi terpimpin
·         Masa Demokrasi Pancasila
·         Masa Reformasi
Masing-masing masa tersebut kemudian dianalisis secara sistematis dari aspek :
  • Penyaluran tuntutan
  • Pemeliharaan nilai
  • Kapabilitas
  • Integrasi vertikal
  • Integrasi horizontal
  • Gaya politik
  • Kepemimpinan
  • Partisipasi massa
  • Keterlibatan militer
  • Aparat negara
§  Stabilitas

Sejarah Sistem Politik di Indonesia
Sejarah Sistem Politik Indonesia bisa dilihat dari proses politik yang terjadi di dalamnya. Namun dalam menguraikannya tidak cukup sekedar melihat sejarah Bangsa Indonesia tapi diperlukan analisis sistem agar lebih efektif.
Dalam proses politik biasanya di dalamnya terdapat interaksi fungsional yaitu proses aliran yang berputar menjaga eksistensinya. Sistem politik merupakan sistem yang terbuka, karena sistem ini dikelilingi oleh lingkungan yang memiliki tantangan dan tekanan.
Kapabilitas sistem adalah kemampuan sistem untuk menghadapi kenyataan dan tantangan.  Terdapat 5 kapabilitas yang menjadi penilaian prestasi sebuah sistem politik :
  • Kapabilitas Ekstraktif
  • Kapabilitas Distributif
  • Kapabilitas Regulatif
  • Kapabilitas Simbolik
  • Kapabilitas Responsif

System Politik di Indonesia
Sistem politik Indonesia berdasar pada ketentuan-ketentuan dalam UUD 1945. sistem politik Indonesia mengalami banyak perubahan setelah ada amandemen terhadap UUD 1945. amandemen terakhir atas UUD 1945 dilakukan pada tahun 2002.

Sistem Politik Indonesia Sebelum Amandemen UUD 1945
Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Hal itu berarti bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan sepenuhnya dijalankan oleh MPR, Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensiil artinya presiden berkedudukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Sistem Politik Indonesia Setelah Amandemen UUD 1945
Pokok-pokok sistem politik di Indonesia setelah amandemen UUD 1945 adalah sebagai berikut :
  • Bentuk Negara adalah Kesatuan
  • Kekuasaan Eksekutif ada ditangan Presiden
  • Tidak ada lembaga tertinggi dan lembaga tinggi Negara
  • DPA ditiadakan yang kemudian dibentuk sebuah dewan pertimbangan yang berada langsung dibawah presiden.
  • Kekuasaan membentuk UU ada ditangan DPR
Perbedaan sistem politik di berbagai Negara
  • Sistem Politik di Negara Komunis
  • Sistem Politik di Negara Liberal
  • Sistem Politik Demokrasi di Indonesia : Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah :
o   Ide kedaulatan rakyat
o   Negara berdasarkan atas hukum
o    Bentuk Republik
o   Pemerintahan berdasarkan konstitusi
o   Pemerintahan yang bertanggung jawab
o   Sistem Pemilihan langsung

o   Sistem pemerintahan presidensiil

Sikap Motivasi dan Mawas Diri

Pengertian Sikap
Menurut Bimo Walgito, sikap adalah keyakinan seseorang pada suatu objek atau situasi yang relative tetap dan teratur disertai dengan adanya perasaan tertentu dan memberikan dasar untuk merespon dengan cara yang dipilih. Menurut Secord dan Backman, sikap merupakan keteraturan tertentu dalam dalam hal perasaan, pemikiran, dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya.
Sedangkan menurut Thurstone  bahwa sikap dijadikan derajat efek positif dan negative terhadap suatu objek psikologis. Serta menurut Soetarno (1994) mengartikan sikap sebagai pandangan atau perasaan yang disertai dengan kecenderungan untuk bertindak terhadap objek tertentu, dimana sikap senantiasa diarahkan pada suatu hal yang artinya tidak ada sikap tanpa objek seperti benda, orang, peristiwa dan lainnya.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan suatu tindakan yang terjadi berdasarkan pandangan, perasaan, pemikiran dan predisposisi terhadap lingkunga disekitarnya baik itu benda maupun orang yang berada disekitarnya dengan cara tertentu.

Pengertian Motivasi
Menurut Mc. Donald motivasi merupakan energy dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap suatu tujuan. Menurut Azwar (2000:15) menyatakan motivasi adalah rangsangan, dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang atau sekelompok masyarakat yang mau berbuat dan bekerja sama dengan optimal dalam melaksanakan suatu rencana demi mencapai tujuan yang telah ditargetkan. Menurut American Encyclopedia menyebutkan motivasi sebagai suatu kecenderungan ( sifat pokok ) dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu sifat yang terdapat dalam diri seseorang sebagai rangsangan, dorongan dan pembangkit semangat dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Pengertian Mawas Diri
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) edisi kedua, Balai Pustaka 1993 mengartikan mawas diri sebagai cara untuk melihat, mengoreksi dan memeriksa diri sendiri secara jujur dengan introspeksi diri agar tidak kembali jatuh pada kesalahan yang sama.

Berdasarkan gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa mawas diri diawali dengan bercermin dan introspeksi diri dan diakhiri dengan berkaca. Artinya bercermin adalah kita melihat dari luar apakah sudah bisa berpenampilan sesuai dengan keadaaan, sedangkan introspeksi artinya kita melihat pada dalam diri sendiri sudahkan kita ikhlas dalam setiap bertindak dan mampu menjaga hati dari sikap negative. Dan diakhiri dengan berkaca yang artinya setelah bermawas diri kita dapat melihat kembali berbagai hal yang sudah kita lakukan sudahkah melakukan hal – hal yang baik dan berguna atau sebaliknya.

Berdasarkan berbagai perngertian yang dijabarkan diatas, maka disimpulan sikap motivasi dan mawas diri adalah suatu tindakan merangsang semangat untuk mencapai hal yang diinginkan dengan tetap menanamkan sikap mawas diri agar tidak melakukan hal yang negative dan merugikan. Sehingga nantinya hasil dari seluruh sikap yang telah dilakukan dapat menjadi maksimal dan positif yang akan berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

Sumber :

Januari 02, 2015

Pembelian

Menurut Mulyadi (2001:299) pembelian adalah suatu usaha yang dilakukan untuk pengadaan barang yang diperlukan. Menurut Brown dkk (2001:132) mengatakan pembelian adalah “managing the inputs into the organization’s transformation (production process)”, yang dapat diartikan sebagai pengelolaan pendapatan yang kemudian diubah menjadi kejadian keputusan pembelian sehingga harus mampu memastikan bahwa pengeluaran sesuai dengan pendapatan. Sedangkan menurut Galloway dkk (2000:31) bahwa pembelian merupakan “The role of purchasing function is to make materials and parts of the right quality and quantity available for use by operations at the right time and the right place”, bila diartikan bahwa fungsi pembelian adalah menentukan keperluan – keperluan yang tepat dengan jumlah dan kualitas yang sesuai dengan waktu dan tempat yang pas.
Berdasarkan pengertian diatas, pembelian adalah suatu usaha pengelolaan pendapatan yang digunakan untuk mendapatkan keperluan yang sesuai dengan kualitas dan jumlah disesuaikan pada waktu dan tempat yang tepat. Sehingga pembelian tidak dapat dilakukan dengan hanya menebak dan sesuka hati saja, namun diperlukan pemikiran yang jauh lebih pintar.
Pembelian dilakukan melalui berbagi macam prioritas penting. Sehingga nantinya akan menghasilkan keputusan yang tepat. Berikut tahapan proses pengambilan keputusan pembelian, yaitu:
-          Perumusan masalah : pembeli harus bisa merumuskan masalah yang ada sebelum melakukan pembelian, seperti kebutuhan, harga, kualitas dan lainnya
-          Kebutuhan informasi : pembeli harus memiliki banyak informasi mengenai suatu produk agar tidak mengalami kerugian
-          Evaluasi alternative : pembeli akan melakukan evaluasi pada produk – produk yang memungkinkan untuk dibeli
-          Pengambilan keputusan : pembeli akan mengambil keputusan akan membeli suatu produk setelah memilih alternative terbaik
-          Evaluasi pasca-pembelian : pada tahap ini pembeli akan menilai tingkat kepuasannya sendiri, dimana kemungkinan akan membeli produk tersbut kembali dilain waktu atau akan berganti produk karena tidak sesuai harapan
Berdasarkan pemahaman diatas dapat disimpulkan bahwa pembelian adalah hal yang penting bagi konsumen agar tidak merugikan konsumen. Pembelian juga menjadi tantangan bagi produsen untuk bisa membuat konsumen mencapai tahap pembelian produk yang dihasilkan. Sehingga bisa mendapatkan keuntungan bagi kedua pihak.

Sumber :

Evaluasi alternative sebelum pembelian

Menurut Sudjiono yang mengartikan evaluasi berdasarkan segi penelitian bahwa evaluasi adalah proses penafsiran yang diterima dari hasil penghitungan atau kualitatif. Sedangkan menurut I Ketut Gede Yudantara, evaluasi adalah suatu proses dari rencana kerja yang penting untuk memperbanyak pemikiran logika dan kemampuan analisa seseorang. Menurut Gronlund dari segi pendidikan mengartikan evaluasi sebagai proses sistematis untuk menentukan sejauh mana tujuan pengajaran telah dicapai oleh para siswa.
Berdasarkan pengertian diatas, da[at disimpulkan bahwa evaluasi adalah hal terpenting untuk mengetahui apakah proses yang dilakukan sudah mendekati atau mencapai tujuan yang diharapkan. Evaluasi dilakukan bisa saat proses berjalan atau setelah proses mencapai akhir. Hal ini tergantung dari keputusan dari pimpinan masing – masing.
Dalam hal ini kita membahas evaluasi alternative sebelum pembelian. Setiap pembeli melakukan evaluasi agar tidak merasa dirugikan setelah membeli suatu produk. Beberapa hal yang biasa diperhatikan pelanggan untuk alat evaluasi antara lain :
-          Harga : harga menjadi faktor terpenting dalam evaluasi, karena harga yang menentukan apakah produk tersebut harus dibeli atau tidak
-          Produk pesaing : faktor ini menjadi alat bantu evaluasi pembeli, karena dengan adanya produk pesaing para pembeli akan semakin teliti dalam memilih produk
-          Prioritas : pembeli sudah pasti akan mendahulukan kebutuhan dari keinginan, sehingga produk yang menjadi kebutuhan akan lebih didahulkan dibandingkan keinginan yang dapat dilakukan dilain waktu
-          Brand / merk : salah satu faktor pembantu dalam keunggulan penjual dipasaran, karena bila brand sudah terkenal kemungkinan memiliki banyak pembeli sangatlah mungkin dimana pembeli sudah mengetahui lebih banyak mengenai produk tersebut
-          Kualitas : pembeli sudah pasti tidak ingin dirugikan dari segi kualitas, karena pembeli tidak akan mau membeli produk dengan kualitas yang rendah
-          Pendapatan : termasuk faktor yang paling mempengaruhi pembelian suatu produk, karena pembeli tidak mungkin melakukan pembelian melebihi pendapatan yang dimiliki
Berdasarkan hal – hal yang telah dijabarkan, maka seorang pembeli harus sangat teliti dan sudah pasti telah melakukan evaluasi alternative agar mendapatkan keputusan pembelian yang tepat dan tidak merugikan. Hal ini pula yag menjadi tantangan bagi para produsen untuk menghasilkan produk – produk yang berkualitas dengan biaya yang minim agar bisa mendapatkan banyak pembeli yang loyalitasnya tinggi.

Sumber :

November 15, 2014

Kepribadian, Nilai, dan Gaya Hidup

-        Kepribadian
Menurut Gordon W. W Allport, kepribadian sebagai “what a man really is”  namun pendapatnya tersebut diperbaiki oleh Allport menjadi : Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical systems that determine his unique adjustments to his environment”
Sedangkan menurut Yinger, kepribadian merupakan keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.
Berdasarkan dua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah seluruh pola tingkah laku seseorang yang timbul menjadi sebuah system dan langsung diaplikasikan pada lingkungan dimana Ia tinggal.

-        Nilai
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nilai adalah taksiran, sifat – sifat ( hal – hal ) penting yang dianggap penting atau yang berguna bagi kemanusiaan yang dapat mendorong manusia mencapai tujuannya
Sedangkan menurut Robert M. Z. Lawang, nilai merupakan gambaran mengenai apa yang diinginkan , yang pantas, yang berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial orang yang memiliki nilai itu.
Berdasarkan informasi diatas, dapat dipahami bahwa nilai adalah mengenai seuatu hal atau sifat yang dimliki oleh seseorang untuk mencapai tujuannya yang juga akan memengaruhi lingkungan disekitarnya.

-        Gaya Hidup
Berdasarkan Wikipedia Gaya hidup (English: lifestyle) adalah bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah tergantung jaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya. 
Menurut Kotler (2002, p. 192) adalah pola hidup seseorang di dunia yang iekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya.
Menurut Assael (1984, p. 252), gaya hidup adalah “A mode of living that is identified by how people spend their time (activities), what they consider important in their environment (interest), and what they think of themselves and the world around them (opinions)”.
Berdasarkan data diatas, dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang membutuhkan suatu barang sekunder demi memenuhi keinginannya

Sumber :

Sumber Daya Konsumen dan Pengetahuan

Konsumen merupakan raja bagi para penjual. Karena tanpa ada konsumen penjual tidak akan mendapatkan keuntungan dan tidak akan terjadi perputaran uang. Konsumen diharuskan memiliki banyak informasi pula agar tidak mudah tertipu oleh suatu produk. Pengetahuan yang dimiliki dapat menjadi harga yang sebanding ketika diharuskan memiliih kualitas barang yang baik.
Sumber daya konsumen dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
·         Ekonomi (Uang)
·         Uang adalah alat transaksi yang sangat diperlukan oleh konsumen untuk membeli produk. Keputusan Konsumen sehubungan dengan produk dan merek sangat  dipengaruhi oleh jumlah sumber daya ekonomi misalnya uang. Tanpa uang konsumen tidak bisa membeli apapun.  Pembelian sangat dipengaruhi oleh pendapatan konsumen sama halnya dengan, harapan konsumen mengenai pendapatan masa datang menjadi variabel penting dalam meramalkan perilaku konsumen.
·          Sumber Daya Temporal – Waktu
Waktu menjadi variabel yang semakin penting dalam memahami perilaku konsumen. Karena, konsumen semakin mengalami kemiskinan akan waktu. Namun demikian ada suatu bagian waktu yang dihabiskan untuk kegiatan yang sangat pribadi yaitu waktu senggang. Produk yang diklasifikasikan menurut sifat waktu konsumen disebut barang waktu (time goods).
Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dalam mengkonsumsinya. Contoh: Berenang, sepak bola, badminton (waktu Senggang) Tidur, perawatan tubuh, pulang pergi (waktu wajib).
Barang Penghemat Waktu Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: Rice Cooker, Mesin Cuci, Handphone.
SumberDaya Sementara
a. Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
b. Barang Penghemat Waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food
1.3 Sumber Daya Kognitif
Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya— dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme.
·         Sumber Daya Kognitif – Perhatian
Sumberdaya Kognitif menggambarkan kapasitas mental yang tersedia untuk menjalankan berbagai kegiatan pengolahan informasi Alokasi Kapasitas Kognitif dikenal sebagai perhatian (attention). Perhatian terdiri dari dua dimensi:
 Arahan (direction) menggambarkan fokus perhatian
Intensitas mengacu pada jumlah kapasitas yang difokuskan pada arahan tertentu. Karena kapasitas tersebut terbatas, orang harus selektif dalam apa yang mereka perhatikan dan berapa banyak perhatian dialokasikan selama pengolahan informasi.

Pengetahuan yang dimiliki konsumen penting bagi sang konsumen itu sendiri. Karena saat ini begitu banyak barang tipuan yang sangat merugikan konsumen. Terkadang barang tipuan ini pula yang lebih unggul dibandingkan barang berkualitas. Seperti istilah yang sangat umum yaitu : harga sebanding dengan kualitas. Hal ini memang tidak pernah salah, karena jika menginginkan sesuatu yang lebih maka harus melakukan pengorbanan yang lebih pula. Namun sayangnya dikarenakan begitu banyak kelas ekonomi menengah ke bawah, maka lebih memilih produk yang terjangkau tanpa memikirkan kualitas.
Pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen dapat melalui berbagai macam media, diantaranya :
-       Koran dan majalah : dimana banyak informasi yang terdapat didalamnya
-       Internet : begitu terbukanya internet pada saat ini sangat membantu pengetahuan yang luas pula
-       Televisi : suatu media yang sangat komunilkatif ini sangat membantu konsumen untuk mendapat pengetahuan
-       Radio : meski hanya menerima suara namun radio masih berguna memberikan pengetahuan yang dibutuhkan
Sumber daya konsumen dan pengetahuan yang dimiliki konsumen sangat berpengaruh pada keputusan pembelian dan hasilnya nanti. Sehingga keduanya wajib dimiliki sebelum melakukan pembelian dan tidak dapat terpisahkan. Ditambah dengan masa yang sangat modern saat ini, membuat kebutuhan dan keinginan meningkat begitu tajam. Perlu ketelitian dan kenyamanan bagi para konsumen agar tidak merugi.

Sumber :