Mei 02, 2014

Perwakilan Diplomatik

1.     Fungsi Perwakilan Diplomatik
a.      Fungsi Politis
Demi membina hubungan dan kerja sama yang baik, KBRI harus selalu bisa bepijak pada asas – asas politik luar negeri Indonesia dan berorientasi pada kepentingan – kepentingan nasional terutama pembangunan disegala bidang.
Aspek – aspek yang tidak boleh terlupakan dalam menjalin hubungan diplomatic dengan luar negeri adalah:
-         Sesuai dengan kondisi riil
-         Ideal dengan kebijakan luar negeri
-         Sesuai dengan GBHN / Pelita IV tentang hubungan luar negeri dan peraturan perundang – undangan yang berlaku
-         Mengikuti perkembangan gejolak dunia
-         Masalah – masalah global
Seluruh aspek diatas sangat mempengaruhi politik internasional saat ini dan masa mendatang yang menuntut KBRI untuk lebih insentif.
Selain itu, peran lain dari KBRI yaitu bersifat bilateral, regional dan internasional dalam usaha pemantapan pertahanan nasional dan peningkatan kerja sama regional demi terwujudnya ketahanan kawasan ( region ).
b.      Fungsi Non-Politis
Dalam arti luas non-politis adalah pembinaan hubungan yang meliputi bidang EKOSOSBUD ( Ekonomi, Sosial dan Budaya ). Sehingga peran KBRI secara umum adalah mewujudkan kepentingan nasional untuk mewujudkan cita – cita menciptakan perdamaian dunia yang abadi, adil dna sejahtera.
Peran KBRI non-politis adalah :
-         Dalam ekonomi, sosial dan budaya
Menjadi politik bebas aktif diarahkan untuk menunjang usaha pembangunan nasional, meningkatkan kerja sama ke arah kemandirian bersama dan menciptakan emansipasi ekonomi ke arah Tatanan Ekonomi Dunia Baru ( TEDB ).
-         Dalam sector perdagangan internasional
Usahanya diarahkan untuk menciptakan stabilitas harga barang ekspor, stabilitas pendapatan dan meningkatkan kemampuan memasuki pasar Negara – Negara maju.
-         Dalam teknologi
Indonesia ikut memeprjuangkan peningkatan pengalihan teknologi dna kemampuan teknologi
-         Dalam sektor pertanian dan industry
Usaha dilancarkan untuk meningkatkan produksi industry dan pangan agar produksinya dapat terus meningkat.
-         Dalam sector keuangan dna moneter
Indonesia ikut meningkatkan dan memperbaiki syarat – syrarat bantuan keuangan, memperbaiki kemampuan memasuki pasar modal Negara maju, memperbaiki system moneter internasional dan menciptakan likuiditas baru untuk kebutuhan pembangunan.
-         Dalam investasi dan keuangan
Usaha diarahkan memperoleh bantuan luar negeri yang syaratnya ringan sesuai kebutuhan nasional.
-         Dalam bidang perdagangan internasional
Usaha diarahkan membantu usaha pemerintah untuk mengembangkan diri ekspor komoditi Indonesia.

2.    Peranan Organisasi Internasional ( ASEN, AA dan PBB ) dalam Meningkatkan Hubungan Internasional
o   ASEAN (Association of South – East Asian Nation )
Organisasi ini bergerak dibidang ekonomi, sosial, budaya dan tidak bersifat politik maupun militer. Organisasi yang didirikan oleh 5 negara yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Singapur, Muangtai dan Philipina ini memiliki peran penting dalam kemajuan Negara – Negara di ASEAN yang kini menjadi 10 negara.
ASEAN berperan dalam :
·         Mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya
·         Memajukan perdamaian dan stabilitas regional berdasarkan piagam PBB
·         Memajukan kerja sama dnan bertukar bantuan untuk kepentigan bersama
·         Membantu pelatihan dan penelitian
·         Meningkatkan kerja sama antar Negara ASEAN
·         Memajukan bidang pendidikan
o   AA ( Asia – Afrika)
Yang menjadi dasar berdirinya AA adalah atas perjuangan kemerdekaan bangsa yang terjajah dan mencapai perdamaian. AA didirikan oleh 5 negara, yaitu Indonesia, India, Srilangka, Pakistan dna Burma ini diawali dari pertemuan 5 PM di Colombo yang selanjutnya di Bogor  bulan DEsember 1954 dan 18 – 24 April 1955.
Prinsip dasar yang disebut dengan “Dasa Sila Bandung” yaitu,
·         Menghormati kedaulatan dan integritas territorial semua bangsa
·         Mengakui semua persamaan
·         Tidak ikut campur tangan dalam masalah Negara lain
·         Menghormati hak setiap bangsa mempertahankan diri secara sendiri / kolektif sesuai piagam PBB
·         Menggunakan pengaturan pertahanan kolektif untuk kepentingan khusus dan tidak melakukan tekanan kepada Negara lain
·         Tidak melakukan tindakan – tindakan atau ancaman agresi
·         Menyelesaikan suatu masalah dengan jalan damai
·         Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama
·         Menghormati keadilan dan kewajiban – kewajiban Internasional
Seluruh semangat diatas disebut dengan “Semangat Bandung” dan deklarasinya dikenal dengan “Deklarasi Bandung”.
o   PBB ( Perserikatan Bangsa – Bangsa )
PBB berdiri tanggal 24 Oktober 1945 yang didirikan oleh AS, Inggris, Uni Soviet, Prancis dan China. Peran PBB adalah sebagai organisasi Internasional berdasarkan tujuan dan asas PBB.
Tujuan PBB
·         Memelihara perdamaian dan keamanan Internasional
·         Mempererat persaudaraan antar bangsa
·         Menciptakan kerjasama menyelesaikan masalah Inernasional
·         Merealisasikan tujan atau cita – cita bersama
Asas PBB
·         Susunan berdasarkan persamaan semua anggota
·         Memenuhi kewajiban dengan jujur
·         Meneyelesaikan perselisihan Internasional secara damai
·         Melenyapkan niat melakukan ancaman atau kekerasan kepada kedaulatan tanah air atau kemerdekaan
·         Memeberi bantuan kepada PBB dalam bentuk apapun
·         Susunan PBB menjamin
·         PBB tidak diizinkan campur tangan dalam urusan suatu Negara
Terdapat 6 alat kelengkapan PBB, yaitu:
a.      Majelis Umum ( General Assembly)
Tugas :
o   Pertama = Politik dan Keamanan
o   Kedua = Diplomatik
o   Ketiga = Ekonomi dan Keuangan
o   Keempat = Sosial, Kemanusiaan dan Kebudayaan
o   Kelima = Dkolonisasi
o   Keenam = Administrasi dan Anggaran
o   Ketujuh = Hukum
Tugas dan kekuasaan :
o   Pelaksana perdamaian dan keamanan Internasional
o   Kerjasama ekonomi dan masyarakat Internasional
o   System Perwalian
o   Daerah yang belum memiliki pemerintahan sendiri
o   Keuangan
o   Penetapan kenaggotaan dan penerimaan anggota
o   Perubahan piagam
o   Hubungan dengan alat kelengkapan lain
Majelis umum juga membentuk komite, komisi, konferensi dan agensi. Fungsi dari Majelis umum adalah :
o   Menimbang dan mambuat rekomendasi
o   Membicarakan semua persoalan
o   Membicarakan dengan pengecualian
o   Mempelopori penyelidikan – penyelidikan
o   Menerima dan mempertimbangkan laporan – laporan
o   Membuat rekomendasi penyelesaian
o   Mengawasi melalui dewan perwalian
o   Memilih anggota – anggota
o   Mempertimbangkan dan menyetujui anggaran belanja PBB
b.      Dewan Keamanan ( Security Council )
Dewan keamanan terdiri dari 5 negara tetap dan 10 negara tidak tetap yang dipilih untuk masa 2 tahun. 5 negara tersebut adalah AS, Uni Soviet ( Rusia), Inggris, Perncis dan China serta mereka memiliki hak veto. Tugas dan kewajibannya adalah :
o   Menyelesaikan perselisihan dengan cara damai : persetujuan sukarela dan paksaan hukum dalam menjalankan persetujuan
o   Mengambil tindakan – tindakan terhadap ancaman perdamaian dan perbuatan penyerangan
Fungsi dewan keamanan adalah:
o   Memelihara perdamaian dan keamanan Internasional
o   Menyelidiki sengketa yang menimbulkan pergeseran
o   Mengusulkan metode – metode untuk menyelesaikan sengketa
o   Menetapkan rencana pengaturan senjata
o   Menentukan adanya ancaman terhadap aggressor
o   Mengusulkan anggota baru dan syaratnya
o   Melaksanakan fungsi perwalian didaerah strategis
o   Mengusulkan pengangkatan secretariat Jenderal, Majelis Umum dan Hakim Mahkamah Internasional
o   Melaporkan laporan tahunan kepada Majelis Umum
c.      Dewan Ekonomi dan Sosial ( Economic and Social Council )
Pengangkatan anggota berdasarkan kondisi geografis dewan ekonomi dan sosial terdiri dari 27 negara, yaitu 12 dari Asia – Afrika, 3 Eropa Timur, 5 Amerika Latin dan 7 Eropa Barat. Tugas dan kewajibannya:
o   Mengadakan penyelidikan
o   Mengusulkan yang dianggap perlu tentang HAM
o   Merencanakan perjanjian terkait kekuasaannya
o   Mengadakan konferensi terkait kekuasaannya
o   Mengadakan persetujuan dan disahkan Majelis Umum
o   Member keterangan pada Dewan Keamanan
o   Menyelenggarakan pekerjaan
Perannya adalah memperlancar dan memajukan kegiatan bidang ekonomi dan sosial Negara – Negara anggota.
d.      Dewan Perwalian ( Trusteeship Council )
Tujuannya adalah menjalankan kewajiban Majelis Umum tentang daerah – daerah perwalian, kecuali yang strategis. Perannya menjalankan fungsi PBB oleh Majelis Umum terkait dengan daerah perwalian. Hak yang dimiliki Dewan Perwalian adalah :
o   Menimbang laporan dari Negara penguasa
o   Menerima surat permintaab dari Negara penguasa
o   Mengadakan kunjungan berkala ke Negara penguasa
o   Menjalankan pekerjaan dengan syarat persetujuan perwalian
Tujuan Dewan Perwalian yaitu :
o   Memelihara perdamaian dan keamanan Internasional
o   Menguasahakan kemajuan daerah perwalian
o   Member dorongan agar mengakui HAM
o   Memastikan perlakuan yang sama didaerah perwalian
e.      Mahkaman Internasional ( Internasional Court of Justice )
Mahakamah Internasional berkedudukan di Den Haag Belanda yang merupakan badan terpenting dalam PBB. Tugas dan kewajibannya adalah menyelesaikan perkara dan sengketea hukum dari anggota dan bukan angggota PBB. Sehingga peran PBB adalah penyelesaian sengketa atau perkara hukum antar Negara dan memastikan pelaksanaan keputusan atau penyelesaiannya.
Mahkamah membuat keputusan sesuai dengna apa yang dianggap adil ( ex aequo et boro ). Hakimnya terdiri dari 15 negara yang dipilih berdasarkan kecakapan mereka bukan bangsa
f.        Secretariat ( Secretariat )
Terdiri dari seorang secretariat jenderal yang dipilih Majelis Umum atau usul Dewan Keamanan. Fungsinya adalah :
o   Kepala administrasi PBB
o   Membawa ke Dewan Keamanan, soal yang membahayakan perdamaian dan keamanan Internasional
o   Membuat laporan tahunan tentang pekerjaan PBB

3.    Menghargai Kerja Sama dna Perjanjian Internasional yang Bermanfaat bagi Indonesia
a)      Kedutaan Besar Republik Indonesia ( KBRI )
Berdasarkan pasal 13 ayat 1 UUD 1945 bahwa KBRI dipimpin seorang Duta Besar diangkat oleh presiden. Duta Besar tetap berada dibawah koordinasi MenLu. Dalam hubungan politis, Duta Besar dibantu Korps Diplomatik. Sedangkan hubungan non-politis dibantu oleh Korps Konsuler yang terdiri dari Konsul Jenderal, Konsul dan Wakil Konsul
Tentang hubungan luar negeri seperti contoh dalam PELITA IV tentang hubungan luar negeri :
·         Politiknya bebas aktif
·         Meningkatkan usaha dan peran Indonesia
·         Peningkatan kerja sama
·         Pengembangan dan perluasan kerjasama
·         Membina persahabatan dan kerjasama
·         Memperjuangkan perwujudan tatanan dunia baru
·         Untuk mewujudkan TEDB, melanjutkan hambatan dan batasan ekspor Negara berkembang
·         Mengikuti perkembangan dan gejolak dunia
b)      Ratifikasi
Meningkatkan diri pada kerjasama dan perjanjian Internasional yang dimaksud proses ratifikasi hukum dan perjanjian Internasional menjadi hukum nasional
c)      Penegakan Hukum
usaha menindak dan menertibkan pelaksaaan peraturan hukum, yaitu hukum atau perjanjian Internasional yang sudah atau belum diratifikasi. Instrumennya adalah peradilan negeri sampai MA dan polisi sebagai pelaksana lapangan dalam penyelidikan dan penyidikan perkara.

Sumber :

Catatan Sekolah Menengah Kejuruan : Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

April 17, 2014

Landasan, Unsur Dasar dan Hakekat Wawasan Nusantara

Landasan Wawasan Nusantara

Negara Indonesia yang bersifat majemuk terus berusaha membangun bangsa dengan persatuan yang kuat. Keanekaragaman sosial budaya, politik, ekonomi dan lainnya tidak menjadikan halangan bagi bangsa ini untuk terus menjadi bangsa yang merdeka. Penyelenggaraan kehidupan pemerintahannya pun tidak lepas dari semua sejarah dimasa lalu yang terus terjaga.

Tata kehidupan, cita – cita dan tujuan nasional tidak lagi dilakukan dengan cara fisik dalam mewujudkannya, namun sesuai perkembangan zaman semua hal tersebut dilakukan melalui segala bidang dalam kehidupan Negara yang dijalankan oleh masyarakat.

Berdasarkan pemahaman yang telah dipaparkan, pengertian Wawasan Nusantara sebagai geopolitik yaitu cara pandang dna sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

Landasan Wawasan Nusantara diperkuat oleh Landasan Idiil ( Pancasila ) dan Landasan Konstitusional ( UUD 1945 ) dalam penerapannya. Berdasarkan landasan idiil, wawasan nusantara tercantum dalam setiap point Pancasila yang menjadi landasan terkuat bangsa Indonesia. Seluruh isi Pancasila memperkuat syarat untuk kita memahami wawasan nusantara agar dapat membangun bangsa ini menjadi lebih baik lagi serta menciptakan perdamaian seperti yang tertuang dalam setiap sila dalam Pancasila.

Berdasarkan landasan konstitusional, wawasan nusantara memang tidak tersurat dalam setiap pasal yang ada di dalamnya. Namun wawasan nusantara itu tersirat dalam pasal – pasal yang menegakan kemerdekaan, dalam banyak pasal didalamnya juga mengingatkan kita untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai tujuan Negara.

Unsur Dasar Wawasan Nusantara

a.       Wadah ( contour )
Wadah  kehidupan  bermasyarakat,  berbangsa  dan
bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat
serba  nusantara  dengan  kekayaan  alam  dan  penduduk  serta
aneka  ragam  budaya.  Bangsa  Indonesia  memiliki  organisasi
kenegaraan  yang  merupakan  wadah  berbagai  kegiatan
kenegaraan dalam wujud supra struktur politik dan wadah dalam
kehidupan bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam
wujud infra struktur politik.

b.      Isi ( content )
aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat
dan  cita-cita  serta  tujuan  nasional  yang  terdapat  dalam
Pembukaan  UUD  1945.  Untuk  mencapai  aspirasi  yang
berkembang  di  masyarakat  maupun  cita-cita  dan  tujuan
nasional seperti tersebut diatas bangsa Indonesia harus mampu
menciptakan  persatuan  dan  kesatuan  dalam  kebhinekaan
dalam kehidupan nasional yang berupa politik, ekonomi, social
budaya dan hankam. Isi menyangkut dua hal pertama realisasi
aspirasi  bangsa  sebagai  kesepakatan  bersama  dan
perwujudannya,  pencapaian  cita-cita  dan  tujuan  nasional
persatuan,  kedua  persatuan  dan  kesatuan  dalam  kebinekaan
yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.

c.       Tata Laku ( conduct )
Hasil  interaksi  antara  wadah  dan  isi  wasantara  yang
terdiri dari :
-Tata laku Bathiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan
mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.
-Tata  laku  Lahiriah  yaitu  tercermin  dalam  tindakan,
perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia.
Kedua  tata  laku  tersebut  mencerminkan  identitas  jati
diri/kepribadian  bangsa  berdasarkan  kekeluargaan  dan
kebersamaan  yang  memiliki  rasa  bangga  dan  cinta  terhadap
bangsa dan tanah air sehingga menimbulkan rasa nasionalisme
yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.

Hakekat Wawasan Nusantara

Yang menjadi hakekat wawasan nusantara merupakan keutuhan nusantara dalam pengertian bahwa cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional.  Dengan demikian, dapat diartikan bahwa semua yang warga Negara dan aparatur Negara wajib dapat berpikir, bersikap dan bertindak utuh menyeluruh demi menjaga bangsa dan Negara Indonesia.

Contoh kasus : Banyaknya Produk Impor yang Mendominasi Pasar Indonesia

Seperti yang kita ketahui, setiap kali kita membeli suatu barang di pasar, tidak jarang saat kita lihat pembuat produknya adalah dari luar negeri. Bahkan tidak asing pula, suatu produk di produksi di Indonesia namun menggunakan merk atau brand dari Negara luar. Sungguh sedih melihat masalah yang timbul, walau terkadang tidak kita perhatikan hal – hal sepele seperti itu. Sayangnya hal tersebut berdampak besar bagi para produsen asli dari Negara kita sendiri yang harus terkikis akibat kejadian tersebut.

Dengan terus bertambahnya produk yang masuk ke Indonesia, memaksa para pedagang kecil tergusur dan meninggalkan pekerjaannya. Padahal produk yang dihasilkan oleh para produsen dari Indonesia tidak jauh kualitasnya dengan barang impor, apalagi bila sudah jelas barang tersebut diproduksi di Indonesia namun menggunakan merk atau brand asing.

Pemerintah ada baiknya mengkaji ulang biaya masuk barang – barang asing agar produsen asli di Negara sendiri tidak harus merugi akibat produk asing yang sama kualitasnya dengan produk Negara sendiri. Apalagi dengan gengsi yang dimiliki masyarakat Indonesia sendiri mengharuskan pemerintah mencari jalan agar masyarakat lebih malu ketika tidak menggunakan produk dalam negeri yang lebih bagus dan dapat membangun perekonomian Negara kea rah yang lebih baik, dibandingkan dengan membeli produk asing yang hanya menyumbang sedikit demi pembangunan ekonomi bangsa.

Sumber

Pendidikan Kewarganegaraan halaman 85

April 16, 2014

Latar Belakang Filosofi dan Implementasi Wawasan Nusantara

Latar Belakang Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara di latar belakangi oleh banyak hal, diantaranya adalah

-          Falsafah Pancasila
Dalam wawasan nusantara sudah pasti terdapat ilmu dari Pancasila yang menjadi dasar Negara kita, karena sifat dari Pancasila yang fleksibel dan dapat terus beradaptasi dengan perbedaan zaman. Nilai – nilai dari Pancasila itu adalah :
è Penerapan HAM
è Mengutamakan kepentingan bersama dari pada pribadi
è Pengambilan keputusan dengan cara musyawarah untuk mufakat

-          Aspek Kewilayahan Nusantara
Aspek ini yang sangat menjadi peran penting bagi bangsa Indonesia, karena wilayah Indonesia yang sangat terbentang luas dan berbagai macam suku, budaya serta sumber daya yang terkandung didalamnya.
Indonesia yang seluas ±1.919.440 km² ini memiliki penduduk ±240 juta jiwa pada tahun 2014 menjadikan Negara Indonesia sebuah Negara yang besar. Dengan wilayah yang begitu besar mejadikan bangsa Indonesia memiliki rasa toleransi tinggi agar terhindar dari perbedaan yang ada.

-          Aspek Sosial Budaya
Dengan banyaknya penduduk dan luasnya wilayah Indonesia sangat menjadi bukti bahwa budaya yang dimiliki Indonesia begitu beragam. Dengan keberagaman suku dan budaya ini tidak membuat bangsa Indonesia terpecah karena perbedaan, namun menjadikan hal tersebut suatu anugrah yang harus dijaga kelestariannya,

-          Aspek Sejarah
Seperti yang telah kita ketahui sejak kecil, bahwa menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka bukanlah hal yang mudah. Bangsa ini melewati berbagai macam sejarah yang dapat dijadikan pembelajaran agar tidak lagi tertindas dan terjajah oleh bangsa lain serta dapat mempertahankan semangat kemerdekaan demi menjaga kesatuan bangsa.

Implementasi Wawasan Nusantara
Implementasi atau pola piker mengenai cara pandang nusantara ini di buktikan dengna sikap kita ketika menjaga Negara dan segala yang berada didalamnya dari para penjajah. Sehingga kita lebih mementingkan kelompok disbanding diri sendiri.

Implementasi dapat dilakukan dalam berbagai bidang, seperti :

·         Implementasi dalam bidang politik, yaitu menciptakan iklim penyelenggaraan Negara yang sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif dan dapat dipercaya

·         Implementasi dalam bidang ekonomi, adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar – benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata

·         Implementasi dalam bidang sosial budaya, merupakan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menghormati dan menerima segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup disekitarnya dan merupakan karunia Sang Pencipta

·         Implementasi dalam bidang pertahanan keamanan, adalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela Negara pada setiap WNI

Contoh kasus : Pertumbuhan Penduduk Indonesia
Berdasarkan berbagai data, penduduk Indonesia sangat banyak dan menjadikan kepadatan penduduk yang sangat merugikan. Diperkirakan pertumbuhannya mencapai 1,49% per tahunnya atau terdapat 10.000 bayi yang lahir per hari. Dari data tersebut, menjadikan Indonesia sebagai pemegang posisi ke – 4 penduduk terbanyak sedunia. Dengan perbandinga laki – laki : perempuan sebesar 1000 : 986.
Apabila hal ini terus terjadi, diperkirakan pada tahun 2019 jumlah penduduk Indonesia akan mencapai angka 250 juta jiwa. Dalam hal ini diperlukan campur tangan pemerintah agar tidak menjadikan Negara ini padat dan tidak dapat lagi melihat keindahan alam yang terdapat di Negara ini.
Pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan ini diakibatkan oleh banyak factor, seperti kurangnya pengetahuan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah dan pedalaman. Selain itu, hal tersebut juga dikarenkan masih kurangnya peran aktif pemerintah dalam menangani masalah ini. Karena bila laju pertumbuhan tidak dihentikan, tidak dipungkiri lagi akan terjadi kepadatan penduduk yang sangat merugikan banyak pihak dan semakin tingginya angka kriminalitas masyarakat.
Pertumbuhan ini bisa mulai di turunkan lajunya dengan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat kelas bawah dan pedalaman mengenai pernikahan dini, pergaulan bebas dan prospek hidup ke depan sehingga tidak menambah jumlah penduduk yang sangat banyak. Semoga saja pemerintah dapat melakukan suatu tindakan dalam menurunkan angka kelahiran bayi yang meningkat dengan alternative yang terbaik.

Sumber :
Pendidikan Kewarganegaraa halaman 64

Maret 27, 2014

Wawasan Nusantara

Pengertian wawasan nusantara

Menurut Prof. Dr. Wan USman, wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan keberagaman yang ada.

Menurut Wikipedia, wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila yang dalam pelaksanaannya mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebinekaan untuk mencapai tujuan nasional.

Menurut bahasa Jawa sendiri, kata wawasan  sendiri berasal dari wawas yang artinya melihat atau memandang sehingga dengan tambahan “an” secara harfiah berarti cara penglihatan, cara tinjau atau cara pandang.

Berdasarkan pengertian – pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa wawasan nusantara adalah cara pcadang dan sikap dari bangsa Indonesia dalam memahami bangsa itu sendiri yang tidak melanggar aturan – aturan yang ada dan dengan mengutamakan “bhineka tunggal ika” yang menjadi makna dalam pembangunan bangsa.

Tujuan Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara bertjuan menwujudkan nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan di masyarakat, dimana kepentingan kelompok itu lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi masing – masing. Dengan tingginya rasa nasionalisme, maka tujuan nasional bangsa tersebut dapat tercapai dari pancaran semakin meningkatnya rasa, paham dan semangat kebangsaan dalam jiwa bangsa Indonesia yang menjadi hasil pemahaman dan penghayatan wawasan nusantara.

Secara umum, tujuan wawasan nusantara terdiri dari 2, yaitu:
-       Tujuan nasional, bahwa tujuan ini terdapat dalam pembukaan UUD 1945 dan wajib dijalankan demi kepentingan bangsa dan cita – cita bangsa sejak dahulu yang harus terus diperjuangkan
-       Tujuan ke dalam, mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia.

Contoh kasus :
Berdasarkan berbagai data yang didapat, bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia telah turun sebanyak 5,92% dari tahun 2004 sampai 2013. Menurut pemerintah, penurunan itu terjadi akibat berkurangnya pengangguran bebas dan pertumbuhan ekonomi yang baik. Sehingga masyarakat mulai bangkit dan memperbaiki perekonomian secara tidak langsung,

Namun dalam kenyataan dilapangan, masih banyak sekali ketimpangan sosial baik di daerah – daerah apalagi perkotaan. Bahkan semakin banyaknya pengemis dan anak jalanan yang menghiasi jalanan kota – kota, apa benar tingkat kemiskinan telah diturunkan? Atau hanya teori saja?

Setelah dianalisis lebih jauh, para pengemis dan anak jalanan belum tentu termasuk dalam kelas masyarakat miskin. Banyak dijumpai dan diketahui bahwa para pengemis dan anak jalanan hanya malas untuk berusaha mendapatkan yang mereka inginkan. Sehingga mereka lebih memilih menjadi pengemis atau pengamen yang mengganggu masyarakat banyak.

Sedikitnya peran pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan juga yang menjadi sebab menjamurnya pengemis dan anak jalanan, walau telah sering di razia dan dibawa ke tampat rehabilitasi pada kenyataannya itu bukanlah jalan keluar yang tepat. Cara yang lebih tepat adalah memberikan mereka ilmu dan pengetahuan yang lebih banyak, agar mereka dapat berpikir terbuka dan mencari cara lain dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Masih sedikitnya LSM dan penyuluhan bagi mereka membuat mereka bertahan dalam keadaan ekonomi seperti itu. Apalagi dengan naiknya sejumlah bahan pangan dan bahan lainnya, membuat mereka semakin tercekik dalam pemenuhan kebutuhan. Padahal dalam undang – undang telah dijelaskan, “ masyarakat miskin dan anak jalanan di pelihara oleh Negara “. Hanya saja yang masih dipertanyakan adalah bagaimana mereka memeliharanya.

Diharapkan pemerintah dapat melakukan cara yang lebih efektif dan efisien dalam memberantas tingkat kemiskinan masyarakat agar dapat mencapai tujuan bangsa yang tertera dalam pembukaan UUD 1945. Sehingga masyarakat memiliki rasa cinta pada bangsanya dan memiliki wawasan nusantara yang lebih baik, maka bangsa Indonesia tidka akan lagi tertinggal dan terkalahkan oleh bangsa lain. Karena masyarakatnya telah memiliki wawasan yang sangat baik.

Sumber :
buku Pendidikan Kewarganegaraan halaman 54 & 90