Januari 03, 2015

Indikator Pembangunan Ekonomi

A.            Konsepsi pembangunan ekonomi
Pembangunan Ekonomi adalah usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang seringkali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil perkapita (Irawan dan M. Suparmoko, 6:2002). Di samping itu, pembangunan ekonomi juga dapat dikatakan sebagai  upaya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi yang berskala besar, yakni skala sebuah Negara. Oleh karena skala yang besar tersebut, dalam rangka melakukan evaluasi keberhasilan pembangunan ekonomi masih sering mengalami kesulitan. Ditambah lagi ukuran tingkat kesejahteraan yang tidak sederhana karena meliputi banyak hal atau multidimensi. Untuk mengatasi hal-hal tersebut, ahli ekonomi pembangunan menyusun dan mengidentifikasikan berbagai indicator pembangunan.
Indikator merupakan sumber informasi yang sistematik serta obyektif yang hampir setiap hari beberapa surat kabar menulis statistic yang baru dikeluarkan oleh pemerintah. Indicator adalah sebuah instrument yang menunjukkan keterkaitan berbagai hal. Pemerintah misalnya, secara regular mensurvei rumah tangga ataupun perusahaan untuk mempelajari aktivitas dan dampak kegiatan mereka terhadap kesejahteraannya. Tanpa adanya indicator-indikator ini, pola atau gejala yang sedang terjadi serta pengaruhnya akan sulit diketahui secara pasti. Indikator yang diperoleh secara survey oleh pemerintah ataupun lembaga yang berkepentingan digunakan sebagai tolak ukur untuk mengawasi dan merumuskan suatu kebijakan. Dapat disimpulkan bahwa indicator pembangunan ekonomi adalah suatu instrument untuk mengetahui derajat pembangunan yang dilakukan oleh suatu Negara yang meliputi beberapa aspek.

Adapun pentingnya indicator-indikator pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut :
1.   Memantau perilaku perekonomian
2.   Kepentingan analisis ekonomi
3.   Dasar pengambilan keputusan
4.   Dasar perbandingan internasional

Pembangunan Ekonomi memiliki tiga Indikator pokok, berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing Indikator Pembangunan Ekonomi :

1.         Indikator Moneter
Indikator ini berkaitan dengan uang. Uang disini berupa tingkat income yang diterima oleh masyarakat. Dalam indicator moneter, ada beberapa indicator yang dapat diukur, yakni :
a.         Pendapatan Per Kapita
Pendapatan per kapita seringkali digunakan pula sebagai indicator pembangunan selain untuk membedakan tingkat kemajuan ekonomi antara Negara-negara maju dengan Negara sedang berkembang. Pendapatan per kapita selain dapat memberikan gambaran tentang laju pertumbuhan kesejahteraan masyarakat di berbagai Negara juga dapat menggambarkan perubahan corak perbedaan tingkat kesejahteraan masyarakat yang sudah terjadi di antara berbagai Negara.
Melalui indikator pendapatan perkapita ini Bank Dunia (2003) mengklasifikasikan negara menjadi tiga golongan, yaitu :
1.      Negara berpenghasilan rendah (low-income economies)
Negara-negara ini memiliki Pendapatan perkapita Kurang atau sama dengan US$ 745 pada tahun 2001.
2.      Negara berpenghasilan menengah (middle-income economies)
Kelompok Negara ini memiliki Pendapatan perkapita lebih dari US$ 745 namun kurang dari US$ 8.626 pada tahun 2001. kelompok Negara ini dibagi menjadi :
1)   Negara berpenghasilan menengah papan bawah (lower-middle-income economies )dengan GDP perkapita antara US$ 746 sampai US$2.975.
2)   Negara berpenghasilan menengah papan atas (upper-middle-income economies) dengan GDP perkapita antara US$2.976 sampai US$ 9.025.
3.      Negara berpenghasilan tinggi (high- income economies)
Negara di dalam kelompok ini mempunyai GDP perkapita sebesar US$ 9.206 atau lebih pada tahun 2001.
Dalam metode Purchasing Power Parity dikenal dua versi yaitu versi absolut dan versi relatif (Kuncoro, 2001: bab 10).Versi absolut menjelaskan bahwa kurs spot ditentukan oleh harga relative dari sejumlah barang yang sama (ditunjukkan oleh indeks harga).Sedangkan, versi relatif mengatakan bahwa persentase perubahan kurs nominal akan sama dengan perbedaan inflasi di antara kedua negara.
Dalam menggunakan pendapatan per kapita sebagai indicator pembangunan, kita harus senantiasa hati-hati dan teliti. Hal ini disebabkan oleh adanya pendapat yang mengatakan pembangunan itu bukan hanya sekedar meningkatkan pendapatan riil saja, akan tetapi kenaikan tersebut haruslah berkesinambungan yang disertai dengan perubahan sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan social yang sebelumnya menghambat kemajuan-kemajuan ekonomi.
Ada beberapa kelemahan terkait digunakannya angka pendapatan per kapita sebagai indicator pembangunan ekonomi, akan tetapi pendekatan ini masih sangat cocok untuk digunakan dan mudah untuk dipahami, dan  indicator ini mungkin adalah indicator pembangunan ekonmoi satu-satunya yang “terbaik” yang ada pada saat ini.  Berikut ini adalah identifikasi-identifikasi kelemahan pendapatan perkapita,  sebagai Indikator Pembangunan Ekonomi :

1)      Kelemahan Umum Pendekatan Pendapatan Per Kapita
Kelemahan dalam indikator ini adalah bersumber pada anggapan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat ditentukan oleh besarnya pendapatan per kapita msayarakat tersebut.
Sudah lama orang meragukan kebenaran anggapan bahwa tingkat pendapatan masyarakat  merupakan cerminan dari tingkatan kesejahteraan yang dinikmati  oleh suatu masyarakat. Namun, masih tetap disadari bahwa tingkat pendapatan masayarakat adalah slah satu factor yang sangat penting yang menentukan tingkat kesejahteraan mereka, karena di samping itu ada beberapa factor lainnya yang seringkali merupakan factor yang cukup penting juga dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Jika dibandingkan dengan kehidupan antar Negara, maka akan tampak factor-faktor lai selain dari factor pendapatan yang sangat berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Factor-faktor non ekonomi tersebut seperti adat-istiadat, keadaan iklim dan alam sekitarnya, dn ad/tidaknya kebebasan mengeluarkan pendapat dan bertindak merupakan beberapa contoh yang akan menimbulkan perbedaan tingkat kesejahteraan di Negara-negara yang mempunyai pendapatan per kapita yang tidak jauh berbeda.
Penduduk yang ada di daerah pegunungan mempunyai pendapatan yang sama dengan penduduk yang hidup pada dataran  rendah. Berdasarkan perbedaan alamnya dapat dikatakan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk di dataran rendah adalah lebih tinggi. Kesimpulan tersebut berdasarkan pada kenyataan bahwa pada umumnya penduduk dataran rendah menghadapi tantangan alam yang lebih sedikit. Di dataran rendah iklimnya tidak terlampau dingin, pertanian lebih mudah dilaksanakan sedangkan energy yang dikeluarkan untuk bergerak dari satu tempat ketempat yang lainnya relative lebih sedikit.
Demikian pula halnya akan ketiadaan kebebasan untuk bertindak dan mengeluarkan pendapat di Negara-negara Sosialis/Komunis  misalnya. Keadaan tersebut menyebabkan tingkat kesejahteraan masyarakatnya selalu dipandang lebih rendah dari yang dicerminkan oleh tingkat pertumbuhan ekonominya.
Diluar kedua hal yang diungkapkan diatas, ada beberapa pendapat yang mengemukakan bahwa kesejahteraan masayarakat merupakan suatu hal yang bersifat subyektif, yang berarti tiap orang mempunyai pandangan hidup, tujuan hidup, dan cara-cara hidup yang berbeda.  Dengan demikian memberikan pula nialai-nialai yang berbeda terhadap factor-faktor yang menentukan tingkat kesejahteraan mereka.
Dinamika sebuah masyarakat  beranggapan bahwa penumpukan kekayaan dan memperoleh pendapatan yang tinggi sebagai unsure penting untuk mencapai kepuasan hidup yang lebih tinggi. Disisi lain, sekeolmpok masyarakat lebih suka untuk memperoleh waktu senggang yang lebih banyak dan enggan untuk bekerja lebih keras untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi.
Di samping hal-hal yang dikemukakan diatas, perlu diingat bahwa pembangunan ekonomi akan merubah kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat yang masih tradisional, seperti misalnya masyarakat menjadi berifat individualistis, dan hubungan antar orang semakin formal. Dengan demikian bertambahnya tingkat kesejahteraan masyarakat, tetapi disisi lain bertambahnya kesejahteraan masyarakat ini harus dibarengi dengan  pengorbanan riil dan usaha yang lebih banyak oleh masyarakat tersebut. Di satu pihak pembangunan ekonomi akan mempertinggi kesejahteraan masyarakat, di lain pihak tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi ini harus dicapai dengan beberapa pengorbanan dalam perilaku hidup. Dengan kesimpulan, pembangunan ekonomi selain member menfaat kepada msyarakat, juga membutuhkan beberapa pengorbanan dalam masyarakat itu sendiri.



2).     Kelemahan Metodologis Pendekatan Pendapatan per Kapita
Nilai pendapatan perkapita secara khusus merupakan  indeks untuk menunjukkan perbandingan kesejahteraan dan jurang  tingkat kesejahteraan antar masyarakat masih mempunyai kelemahan. Kelemahan tersebut timbul karena perbandingan dengan cara demikian mengabaikan adanya perbedaan-perbedaan antara Negara dalam hal seperti, struktur umur penduduk, distribusi pendpatan masyarakat nasional, metode perhitungan pendapatan, dan perbedaan nilai mata uang nasional dengan mata uang dolar Amerika Serikat.
Di Negara sedang berkembang (NSB) biasanya proporsi penduduk di bawah umur dan orang usia muda adalah lebih tinggi daripada Negara-negara maju. Selain tingkat pendapatan itu sendiri, distribusi pendapatan merupakan factor penting lainnya yang menentukan kesejahteraan masyarakat. Factor ini sering tidak diperhatikan dalam membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan perubahannya dari waktu ke waktu jika indeks yang digunakan adalah tingkat pendapatan per kapita. Berdasarkan sejarah Negara-negara maju, pada tingkat awal pembangunan ekonomi distribusi pendapatan ini akan buruk, tetapi pada akhirnya distribusi pendapatan akan semakin membaik. Namun, sejarah yang dialami oleh Negara-negara maju tidak diikuti oleh Negara yang sedang berkembang. Perkembangan di banyak Negara sedang berkembang menunjukan bahwa dalam proses pembangunan tersebut justru distribusi pendapatannya lebih tidak merata.

Ada beberapa kelemahan yang sering dialami oleh Negara sedang berkembang dan Negara maju terkait kesejahteraan masyarakatnya yang diukur dari indicator pendapatan per kapita, yakni :
a.     Pola pengeluaran masyarakat di berbagai Negara sedang berkembang kadangkala sangat berbeda dan perbedaan ini menyebabkan dua Negara yang pendapatan per kapitanya sama belum tentu menikmati tingkat kesejahteraan yang sama. Misalnya dicontohkan dengan dua orang dengan pendapatan yang sama, tetapi salah seorang di antaranya harus mengeluarkan ongkos angkutan yang lebih tinggi untuk pergi ketempat kerja, harus berpakaian rapid an mewah, maka dapat diakatakan kedua orang tersebut mempunyai tingkat kesejahteraan yang sama tingginya.

b.    Perbedaan iklim juga menimbulkan perbedaan pola pengeluaran masyarakat di Negara yang sudah maju dan Negara yang sedang berkembang.  Masyarakat di Negara maju harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk mencapai suatu tingkat kesejahteraan yang sama dengan Negara sedang berkembang. Pada umumnya iklim di Negara maju adalah lebih dingin jika dibandingkan dengan Negara yang sedang berkembang pada umumnya. Oleh karena penduduk di Negara maju menginginkan suasana iklim yang hangat yang sama dengan tingkatan kesejahteraan Negara sedang berkembang tersebut, maka penduduk di Negara yang maju akan mengeluarkan uang yang sedikit lebih banyak jika dibandingkan dengan Negara maju dalam hal memenuhi tingkat kesejahteraan yang sama.

c.     Komposisi (struktur) produksi nasional yang berbeda juga akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan dua masyarakat yang mempunyai pendapatan per kapita yang sama. Suatu masyarakat akan menikmati tingkat kesejahteraan yang lebih rendah jika proporsi pendapatan nasional yang digunakan untuk anggaran pertahanan dan pembentukkan modal lebih tinggi daripada Negara lain yang memiliki pendapatan per kapitanya sama.
Dengan demikian, Metode perhitungan pendapatan nasional ini bersifat agregatif sehingga tidak dapat menunjukkan perubahan-perubahan serta distribusi antar sector.


2.         Indikator Non-Moneter

Indikator ini merupakan indicator yang diambil dari beberapa hal pokok yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Sama halnya dengan indicator sebelumnya, Indikator memiliki beberapa macam-macam sub- Indikator. Berikut ini adalah uraiannya.
a.         Indikator Sosial
Ahli Pembangunan Ekonomi yang bernama Beckerman membedakan berbagai penelitian tentang cara-cara membandingkan tingkat kesejahteraan dalam 3 kelompok.
Kelompok pertama, merupakan suatu usaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan yang terjadi dalam masyarakat yang ada di dalam dua atau beberapa Negara dengan cara memperbaiki pelaksanaan dalam perhitungan pendapatan nasional biasa. Usaha ini dipelopori oleh Colin Clark yang selanjutnya disempurnakan oleh Gilbert dan Kravis.
Kelompok kedua, dengan usaha membuat penyesuaian dalam pendapatan masyarakat yang dibandingkan dengan melihat pertimbangan perbedaan tingkat harga disetiap Negara.
Kelompok ketiga, adalah usaha untuk membuat perbandingan tingkat kesejahteraan dari setiap Negara berdasarkan pada data yang tidak bersifat moneter seperti, jumlah kendaraan bermotor, konsumsi minyak, jumlah penduduk yang mengenyam pendidikan, dan usaha ini dipelopori oleh tokoh yang bernama Bennet.

Menurut Beckerman, dari tiga cara diatas, cara yang dirasa paling tepat adalah cara yang dilakukan oleh Gilbert dan Kravis. Cara ini merupakan usaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan dan pembangunan di berbagai Negara dengan memperbaiki metode pembanding dengan menggunakan data pendapatan nasional dari masing-masing Negara.

Dengan cara-cara diatas memiliki kelemahan pada Negara sedang berkembang. Pada dasarnya Negara berkembang tidak memiliki data-data tentang cara-cara diatas. Sehingga Beckerman mengemukakan lagi cara yang lain dalam membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat di berbagai Negara yaitu dengan menggunakan data yang bukan bersifat moneter untuk menentukkan indeks kesejahteraan masyarakat disetiap Negara. Cara ini sering disebut dengan Indikator Non-Moneter Disederhanakan. Untuk itu, berikut adalah data yang dapat digunakan untuk memperoleh indikator tersebut.
a.         Jumlah konsumsi baja dalam satu tahun (kg)
b.        Jumlah konsumsi semen dalam satu tahun dikalikan 10 (ton)
c.         Jumlah surat dalam negeri dalam satu tahun.
d.        Jumlah persediaan pesawat radio dikalikan 10.
e.         Jumlah persediaan telpon dikalikan 10.
f.         Jumlah persediaan berbagai jenis kendaraan.
g.        Jumlah konsumsi daging dalam satu tahun (kg).

Usaha lain juga dilakukan oleh United Nations Research Institute for Social Development (UNRISD) untuk menentukan dan membandingkan tingkat kesejahteraan suatu Negara. Untuk menciptakan indeks taraf pembangunan, ada 18 jenis data yang harus diperoleh yakni :
a.         Tingkat harapan hidup.
b.        Konsumsi protein hewani perkapita.
c.         Presentase anak-anak yang belajar di sekolah dasar dan menengah.
d.        Persentase jumlah anak yang bersekolah di kejuruan.
e.         Jumlah surat kabar.
f.         Jumlah telepon.
g.        Jumlah radio.
h.         Jumlah penduduk di kota-kota yang mempunyai 20.000 penduduk atau lebih.
i.          Persentase laki-laki dewasa di sector pertanian.
j.          Persentase tenaga kerja (dari seluruh tenaga kerja yang mempunyai pekerjaan) yang bekerja di sector listrik, gas, air,  kesehatan, pengangkut, pergudangan, dan komunikasi.
k.         Persentase tenaga kerja (dari keseluruhan tenaga kerja yang memiliki pekerjaan) yang memperoleh gaji.
l.          Presentase Produk Domestik Bruto (PDB) yang berasal dari industry-industri pengolahan (manufacturing).
m.       Konsumsi energi perkapita.
n.         Konsumsi listrik perkapita.
o.        Konsumsi baja perkapita.
p.        Nilai per kapita perdagangan luar negeri.
q.        Produk pertanian rata-rata dari pekerja laki-laki di sector pertanian.
r.          Pendapatan per kapita Produk Nasional Bruto.

Apabila indeks pembangunan yang diusulkan oleh UNRISD ini digunakan sebagai indicator kesejahteraan atau pembangunan ekonomi, maka perbedaan tingkat pembangunan antara negara maju dan negara sedang berkembang tidak terlalu besar seperti yang digambarkan berdasarkan pendapatan perkapita masing-masing Negara.

2.      Indeks Kualitas Hidup dan Indeks Pembangunan Manusia
Untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat, ada sebuah indeks gabungan yang dikenal dengan Physical Quality of Line Index (PQLI) danIndeks Kualitas Hidup (IKH). Indeks ini diperkenalkan oleh Morris D. Morris. Indeks Kulaitas Hidup (IKH) terdiri dari 3 indikator yakni, tingkat harapan hidup, angka kematian, dan tingkat melek huruf.
Sejak tahun 1990, United Netions for Development Program (UNDP)mengembangkan indeks yang sering dikenal dengan istilah Indeks Pembangunan Manusia (HDI). Sedangkan indicator yang digunakan untu mengukur indeks ini adalah :
1.      Tingkat harapan hidup.
2.      Tingkat melek huruf masyarakat.
3.      Pendapatan riil perkapita berdasarkan daya beli masing-masing Negara.
Indeks HDI ini besarannya antara 0 sampai dengan 1,0. Apabila angka indeks yang diperoleh dari suatu Negara mendekati 1, maka HDI di Negara tersebut semakin tinggi. Sedangkan, apabila angka indeks mendekati 0, maka Negara tersebut memiliki indeks pembangunan manusia yang rendah.

3.         Indikator Campuran
a.         Pendidikan
Pendidikan adalah suatu indicator yang digunakan dalam mengukur pembangunan ekonomi suatu Negara. Pada umumnya, dalam Negara maju tingkat pendidikan rata-rata tinggi dengan TPAK dari tahun ketahun selalu meningkat. Negara maju sangat memperhatikan tingkat pendidikan para penduduknya. Berbeda dengan Negara sedang berkembang, pendidikan di NSB masih rendah jika dibandingkan Negara maju. Terbukti tingkat melek huruf dan TPAk serta angka partisipasi sekolah masih rendah. Sehingga, dari perbandingan tersebut, indicator yang dapat diukur dalam pendidikan yakni ; tingkat pendidikan, tingkat melek huruf, dan tingkat partisipasi pendidikan.
b.        Kesehatan
Kesehatan merupakan hak asasi yang harus dipenuhi demi keberlangsungannya kehidupan bermasyarakat. Indikator tingkat kesehatan dapat dilihat dari rata-rata hari sakit dan ketersediaannya fasilitas kesehatan. Ketika terpenuhinya pembangunan ekonomi berupa kesejahteraan dalam bidang kesehatan, dapat dilihat dari beberapa indikasi berupa tingkat mortalitas yang rendah, angka pertumbuhan penduduk yang tinggi, dan angka harapan hidup yang tinggi.
c.         Perumahan
Rumah merupakan kebutuhan primer yang harus terpenuhi oleh masing-masing penduduk.  Indicator perumahan yang sesuai dengan tujuan kesejahteraan penduduk yakni sumber air bersih dan listrik, sanitasi, dan mutu rumah tinggal.
d.        Angkatan Kerja
Penduduk yang dikatakan angkatan kerja adalah orang yang telah berumur 15-64 tahun. Angkatan kerja ini juga dibagi lagi menjadi dua yakni bekerja dan sedang mencari pekerjaan (Menganggur). Indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kesejahteraan angkatan kerja adalah, partisipasi tenaga kerja, jumlah jam kerja, sumber penghasilan utama, dan status pekerjaan.
e.         KB dan Fertilitas
Indikator yang dapat digunakan yakni, penggunaan asi, tingkat imunisasi, kehadiran tenaga kesehatan pada kelahiran, dan penggunaan alat kontrasepsi.
f.          Ekonomi
Pembangunan ekonomi pada dasarnya di ikuti dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi, kita dapat melihat Indikator ekonomi itu sendiri, yakni tingkat pendapatan dan konsumsi per kapita.
g.        Kriminalitas
Pada dasarnya Negara maju memiliki tingkat kriminalitas yang rendah, hal ini disebabkan sudah lengkapnya alat keamanan Negara yang digunakan oleh Negara tersebut.  Hal ini berbeda dengan keadaan di Negara sedang berkembang. Di NSB, banyak terjadi kriminalitas yang disebabkan beberapa factor seperti adanya cultural shock, ketidak mampuan dalam memenuhi kebutuhan, dan adanya kepentingan dari suatu pihan. Indicator kriminalitas itu sendiri diantaranya adalah, jumlah pencurian per tahun, jumlah pembunuhan per tahun, dan jumlah pemerkosaan per tahun.
h.        Perjalanan Wisata
Indikatornya adalah frekuensi perjalanan wiata per tahun.
i.          Akses Media Massa

Akses media bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi dalam masyarakat itu sendiri. Indikatornya antara lain : jumlah surat kabar, jumlah radio, dan jumlah televisi.

Cache memory

Cache memory dapat didefinisikan sebagai tempat data atau informasi yang sifatnya sementara dan sering diakses oleh komputer. Cache memory sekarang ini digolongkan dua macam, yaitu cache level 1 dan cache level 2 atau sering juga diistilahkan dengan cache L1 dan L2. Prosesor-prosesor lama generasi x386 dan generasi sebelumnya, tidak menggunakan cache L1. Generasi terbaru saat ini prosesor sudah menggunakan cache memory yang berkembang sejak ukuran 8, 64, 128 KB. Sedangkan pada cache L2, prosesor-prosesor terbaru menggunakan ukuran 64, 128, 256, dan 512 KB, semua tergantung dari jenis dan tipe prosesor yang digunakan. Bahkan, cache pada server seperti pada intel Xeon dan intel Itanium ada yang mencapai ukuran 1 dan 2 Mb.

Sejarahnya
Pada awal digunakannya cache L2, cache tersebut ditanam pada motherboard atau ditanam terpisah dari core prosesornya. Komputer seri terbaru saat ini cache-cachenya sudah dibenamkan langsung pada inti prosesornya dan dikenal dengan istilah core. Dengan cara terbaru ini menyebabkan jarak pengaksesan prosesor ke cache akan semakin pendek sehingga berimbas pada waktu pengaksesan yang semakin singkat pula.
Terdapat dua jenis lokalitas di dalam cache memory, yaitu :
  1. lokalitas temporal
  2. lokalitas spasial.
Apa sih bedanya?
Cache dengan lokalitas temporal dirancang untuk menggunakan data atau instruksi yang sama secara berulang-ulang.
Cache dengan lokalitas spasial dirancang untuk mengantisipasi program-program yang membutuhkan pengaksesan secara berurutan.

Jalannya proses
Ketika pertama prosesor menjalankan perintah eksekusi prosesor tersebut akan mencari dan mengumpulkan informasi dari cache L1. Proses ini biasanya disebut dengan hit. Jika informasi yang dibutuhkan prosesor tidak tersedi pada cache L1, maka prosesor akan segera mencarinya di cache L2. Pencarian informasi di cache L2 ini biasanya memakan waktu lebih lama daripada pencarian informasi di cache L1.
Pada cache L2 terdiri dari dua komponen utama yaitu:
  1. data store
  2. tag RAM
Jelasin masing-masing
Data store dapat didefinisikan sebagai suatu ruang yang digunakan untuk menjaga aktualitas informasi atau data.
Tag RAM dapat didefinisikan sebagai suatu area kecil di dalam memori yang digunakan oleh cache untuk menjaga dan mengatur peletakan data di dalam cache.
Jumlah memori utama yang dikontrol oleh tag RAM dapat disimpan di dalam cache. Cache memory L2 pada PC model terbaru biasanya diatur oleh chipset, pada bagian nortbridge.

CACHE MEMORY
Cache memory merupakan lokasi data sementara antara prosesor dengan main memory. Penempatan cache memory ditujukan untuk mengurangi gap antara kecepatan prosesor dengan kecepatan main memory. Gambar 2.1. di bawah ini menunjukkan posisi cache memory yang diletakkan antara prosesor (CPU) dengan main memory. Sedangkan gambar 2.2. memperlihatkan sistem interkoneksi untuk cache memory.

Cache berasal dari kata cash. Dari istilah tersebut cache adalah tempat menyembunyikan atau tempat menyimpan sementara. Sesuai definisi tersebut cache memory adalah tempat menympan data sementara. Cara ini dimaksudkan untuk meningkatkan transfer data dengan menyimpan data yang pernah diakses pada cache memory tersebut, sehingga apabila ada data yang ingin diakses adalah data yang sama maka maka akses akan dapat dilakukan lebih cepat. Cache memory ini adalah memori tipe SDRAM yang memiliki kapasitas terbatas namun memiliki kecepatan yang sangat tinggi dan harga yang lebih mahal dari memori utama. Cache memory ini terletak antara register dan RAM (memori utama) sehingga pemrosesan data tidak langsung mengacu pada memori utama.

Karakteristik cache memory adalah sebagai berikut:
·         Kapasitas relatif lebih kecil dari main memory, tetapi memiliki kecepatan yang relativ lebih tinggi dibanding main memory;
·         Cache memory merupakan suatu memori buffer (salinan data) bagi memori utama;
·         Meskipun cache menggunakan informasi yang tersimpan dalam memori utama, tetapi ia tidak berhadapan secara langsung dengan memori utama;
·         Word yang disimpan didalam cache memory adalah word yang diambil dari main memory, yang dikerjakan sesuai perintah CPU.

2.2. Level Cache Memory
Hingga saat ini, cache memory terbagi atas tiga level yaitu L1, L2 dan L3. Cache memory memori level 1 (L1) adalah cache memory yang terletak dalam prosesor (internal cache). Cache memory ini memiliki kecepatan akses paling tinggi dan harganya paling mahal. Ukuran memori berkembang mulai dari 8KB, 64KB dan 128KB. Cache memory level 2 (L2) memiliki kapasitas yang lebih besar yaitu berkisar antara 256KB sampai dengan 2MB. Namun, cache memory L2 ini memiliki kecepatan yang lebih rendah dari cache memory L1. Cache memory L2 terletak terpisah dengan prosesor atau disebut dengan external cache.

Sedangkan cache memory level 3 hanya dimiliki oleh prosesor yang memiliki unit lebih dari satu misalnya dualcore dan quadcore. Fungsinya adalah untuk mengontrol data yang masuk dari tembolok L2 dari masing-masing inti prosesor. Level 2 atau L2 cache merupakan bagian dari strategi penyimpanan multi level untuk meningkatkan performa komputer. Terdapat tiga level cache yang digunakan pada komputer, yaitu L1, L2 dan L3 cache. Tiap-tiap cache tersebut menjembatani jarak (gap) diantara processor yang sangat cepat, dengan memori RAM (Random Access Memory) yang jauh lebih lambat.

Sementara desainnya terus mengalami perubahan, L1 cache biasanya telah terintegrasi (built in) ke dalam processor, sementara L2 cache biasanya terintegrasi pada motherboard (bersamaan dengan L2 cache). Namun, beberapa processor kini menggabungkan L2 cache serta L1 cache, dan bahkan beberapa diantaranya juga menggungkan L3 cache. Kecepatan yang paling tinggi terdapat pada L1 cache, kemudian menurun pada L2 dan L3 cache. Namun kebalikannya, semakin besar angka cache, maka semakin besar pula kapasitas penyimpanan datanya.

Tugas dari cache processor adalah untuk mengantisipasi data request, sehingga ketika pengguna mengakses sebuah program yang sering digunakan, sebagai contohnya, instruksi-instruksi yang dibutuhkan untuk menjalankan program tersebut telah siap digunakan, disimpan pada cache. Ketika hal ini terjadi, CPU dapat memproses request tanpa adanya jeda (delay), sehingga dapat meningkatkan CPU pertama-tama akan memeriksa L1 cache, diikuti dengan L2 dan L3 cache. Jika processor telah menemukan bit data yang dibutuhkan, maka disebut dengan cache hit. Namun jika cache tidak menyediakan bit data yang dibutuhkan, processor mendapatkan sebuah cache miss, dan data perlu ditarik dari RAM yang lebih lambat atau hard disk yang juga lebih lambat.

2.3. Kapasitas Cache
Menentukan ukuran cache memory sangatlah penting untuk mendongkrak kinerja komputer. Dari segi harga cache memory sangatlah mahal tidak seperti memori utama. Semakin besar kapasitas cache tidak berarti semakin cepat prosesnya, dengan ukuran besar akan terlalu banyak gate pengalamatannya sehingga akan memperlambat proses.

Kita bisa melihat beberapa merek prosesor di pasaran beberapa waktu lalu. AMD mengeluarkan prosesor K5 dan K6 dengan cache memory yang besar (1MB) tetapi kinerjanya tidak bagus. Kemudian Intel pernah mengeluarkan prosesor tanpa cache memory untuk alasan harga yang murah, yaitu seri Intel Celeron pada tahun 1998-an hasil kinerjanya sangat buruk terutama untuk operasi data besar, floating point, 3D. Intel Celeron versi berikutnya sudah ditambah cache memory sekitar 128KB. Lalu berapa idealnya kapasitas cache memory? Sejumlah penelitian telah menganjurkan bahwa ukuran cache antara 1KB dan 512KB akan lebih optimum.

2.4. Ukuran Blok
Elemen rancangan yang harus diperhatikan lagi adalah ukuran blok. Telah dijelaskan adanya sifat lokalitas referensi maka nilai ukuran blok sangatlah penting. Apabila blok berukuran besar ditransfer ke cache akan menyebabkan hit ratio mengalami penurunan karena banyaknya data yang dikirim disekitar referensi. Tetapi apabila terlalu kecil, dimungkinkan memori yang akan dibutuhkan CPU tidak tercakup. Apabila blok berukuran besar ditransfer ke cache, maka akan terjadi :
o   Blok-blok yang berukuran lebih besar mengurangi jumlah blok yang menempati cache. Karena isi cache sebelumnya akan ditindih.
o   Dengan meningkatnya ukuran blok maka jarak setiap word tambahan menjadi lebih jauh dari word yang diminta, sehingga menjadi lebih kecil kemungkinannya digunakan cepat.

Hubungan antara ukuran blok dan hit ratio sangat rumit untuk dirumuskan, tergantung pada karakteristik lokalitas programnya dan tidak terdapat nilai optimum yang pasti telah ditemukan. Ukuran antara 4 hingga 8 satuan yang dapat dialamati (word atau byte) cukup beralasan untuk mendekati nilai optimum.

CLOUD COMPUTING / KOMPUTASI AWAN

Cloud  computing atau  komputasi  awan  merupakan  definisi  untuk  teknologi komputasi  grid  (grid  computing)  yang  digunakan  pada  pertengahan  hingga  akhir 1990-an.  Jargon  komputasi  awan  mulai  muncul  pada  akhir  tahun  2007,  digunakan untuk memindahkan layanan yang digunakan sehari-hari ke Internet, bukan disimpan di komputer lokal lagi. Cloud  computing  atau  komputasi  awan  merupakan  tren  baru  di  bidang komputasi  terdistribusi  dimana  berbagai  pihak  dapat  mengembangkan  aplikasi  dan layanan berbasis SOA (Service Oriented Architecture) di jaringan internet.
Berbagai kalangan dapat menarik manfaat dari layanan komputasi awan ini baik sebagai solusi teknologi maupun mendapatkan manfaat ekonomis darinya. 



Email yang tersedia dalam bentuk web mail merupakan contoh yang sangat kecil dari teknologi cloud computing. Dengan menggunakan layanan email seperti Gmail dan Yahoo Mail, orang tidak perlu lagi menggunakan Outlook atau aplikasi desktop lainnya untuk email mereka. Membaca email dengan browser memungkinkan dilakukan di mana saja sepanjang ada koneksi internet.
Pada tahun 2007, layanan lain termasuk pengolahan kata, spreadsheet, dan presentasi  telah  dipindahkan  ke  dalam  komputasi  awan.  Google  menyediakan pengolah kata, spreadsheet dan aplikasi presentasi di lingkungan komputasi yang awan dan terintegrasi dengan Gmail dan Google Calendar, menyediakan lingkungan kantor di web (atau di awan). Microsoft dan perusahaan lain juga bereksperimen


 dengan mengalihkan program-program ke awan untuk membuatnya lebih terjangkau dan lebih mudah diakses oleh pengguna komputer dan Internet. Perangkat lunak sebagai layanan (istilah Microsoft untuk komputasi awan) adalah barang yang sangat baru bagi kebanyakan orang di Microsoft.
Cloud computing saat ini sangat populer, selain dari pemain besar software seperti  Microsoft  dan  Google,  perusahaan  lain  bermunculan  hanya  untuk menyediakan layanan berbasis awan sebagai pengganti atau penyempurnaan aplikasi pada PC hari ini. Beberapa dari perusahaan tersebut adalah Zoho.com, sebuah office suite online, Evernote.com, merupakan  sebuah situs yang ditujukan untuk catatan online , dan RememberTheMilk.com, manajemen tugas online.
Teknologi komputasi dan teknik pemrograman baru atau teknik pengembangan berubah dengan cepat, tujuan dalam komputasi awan nampaknya akan membuat teknologi  menjadi   sangat  mudah  dimata  user  dan  menjadikannya  sesederhana mungkin. Pengembangan berbasis internet sangat pesat saat ini dengan boomingnya blogging  dan  microblogging  serta  layanan  jejaring  sosial  yang  bertujuan  untuk menemukan cara baru membantu individu dan bisnis untuk dapat berkomunikasi satu sama lain di arena komputasi awan





Sumber :
 http://teknik-informatika.com/apa-itu-cloud-computing-komputasi-awan/ 
 http://blog.komputasiawan.com    


Sosiologi dan Politik

Pengertian Sistem
Suatu kesatuan yang terbentuk dari beberapa unsur (elemen). Unsur, Komponen, atau bagian yang banyak ini satu sama lain berada dalam keterkaitan yang saling kait mengait dan fungsional.

Pengertian Politik
Interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

Pengertian Sistem Politik
Menurut Drs. Sukarno, sistem politik adalah sekumpulan pendapat, prinsip, yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara.
Menurut Almond, Sistem Politik adalah interaksi yang terjadi dalam masyarakat yang merdeka yang menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi.
Menurut Rober A. Dahl, Sistem politik adalah pola yang tetap dari hubungan – hubungan antara manusia yang melibatkan sampai dengan tingkat tertentu, control, pengaruh, kekuasaan, ataupun wewenang.
Sehingga sistem politik adalah mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dalam hubungan satu sama lain yanh menunjukan suatu proses yang langsung memandang dimensi waktu (melampaui masa kini dan masa yang akan datang).

Pengertian Sistem Politik Indonesia
Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya.
Di Indonesia, sistem politik yang dianut adalah sistem politik demokrasi pancasila yakni sistem politik yang didasarkan pada nilai-nilai luhur, prinsip, prosedur dan kelembagaan yang demokratis. Adapun prinsip-prinsip sistem politik demokrasi di Indonesia antara lain:
-         Pembagian kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif berada pada badan yang berbeda
-         Negara berdasarkan atas hukum
-         Pemerintah berdasarkan konstitusi
-         Jaminan terhadap kebebasan individu dalam batas-batas tertentu
-         Pemerintahan mayoritas
-         Pemilu yang bebas
-         Parpol lebih dari satu dan mampu melaksanakan fungsinya

Proses Politik di Indonesia
Sejarah Sistem politik Indonesia dilihat dari proses politiknya bisa dilihat dari masa-masa berikut ini:
·         Masa prakolonial
·         Masa kolonial (penjajahan)
·         Masa Demokrasi Liberal
·         Masa Demokrasi terpimpin
·         Masa Demokrasi Pancasila
·         Masa Reformasi
Masing-masing masa tersebut kemudian dianalisis secara sistematis dari aspek :
  • Penyaluran tuntutan
  • Pemeliharaan nilai
  • Kapabilitas
  • Integrasi vertikal
  • Integrasi horizontal
  • Gaya politik
  • Kepemimpinan
  • Partisipasi massa
  • Keterlibatan militer
  • Aparat negara
§  Stabilitas

Sejarah Sistem Politik di Indonesia
Sejarah Sistem Politik Indonesia bisa dilihat dari proses politik yang terjadi di dalamnya. Namun dalam menguraikannya tidak cukup sekedar melihat sejarah Bangsa Indonesia tapi diperlukan analisis sistem agar lebih efektif.
Dalam proses politik biasanya di dalamnya terdapat interaksi fungsional yaitu proses aliran yang berputar menjaga eksistensinya. Sistem politik merupakan sistem yang terbuka, karena sistem ini dikelilingi oleh lingkungan yang memiliki tantangan dan tekanan.
Kapabilitas sistem adalah kemampuan sistem untuk menghadapi kenyataan dan tantangan.  Terdapat 5 kapabilitas yang menjadi penilaian prestasi sebuah sistem politik :
  • Kapabilitas Ekstraktif
  • Kapabilitas Distributif
  • Kapabilitas Regulatif
  • Kapabilitas Simbolik
  • Kapabilitas Responsif

System Politik di Indonesia
Sistem politik Indonesia berdasar pada ketentuan-ketentuan dalam UUD 1945. sistem politik Indonesia mengalami banyak perubahan setelah ada amandemen terhadap UUD 1945. amandemen terakhir atas UUD 1945 dilakukan pada tahun 2002.

Sistem Politik Indonesia Sebelum Amandemen UUD 1945
Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Hal itu berarti bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan sepenuhnya dijalankan oleh MPR, Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensiil artinya presiden berkedudukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Sistem Politik Indonesia Setelah Amandemen UUD 1945
Pokok-pokok sistem politik di Indonesia setelah amandemen UUD 1945 adalah sebagai berikut :
  • Bentuk Negara adalah Kesatuan
  • Kekuasaan Eksekutif ada ditangan Presiden
  • Tidak ada lembaga tertinggi dan lembaga tinggi Negara
  • DPA ditiadakan yang kemudian dibentuk sebuah dewan pertimbangan yang berada langsung dibawah presiden.
  • Kekuasaan membentuk UU ada ditangan DPR
Perbedaan sistem politik di berbagai Negara
  • Sistem Politik di Negara Komunis
  • Sistem Politik di Negara Liberal
  • Sistem Politik Demokrasi di Indonesia : Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah :
o   Ide kedaulatan rakyat
o   Negara berdasarkan atas hukum
o    Bentuk Republik
o   Pemerintahan berdasarkan konstitusi
o   Pemerintahan yang bertanggung jawab
o   Sistem Pemilihan langsung

o   Sistem pemerintahan presidensiil

Sikap Motivasi dan Mawas Diri

Pengertian Sikap
Menurut Bimo Walgito, sikap adalah keyakinan seseorang pada suatu objek atau situasi yang relative tetap dan teratur disertai dengan adanya perasaan tertentu dan memberikan dasar untuk merespon dengan cara yang dipilih. Menurut Secord dan Backman, sikap merupakan keteraturan tertentu dalam dalam hal perasaan, pemikiran, dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya.
Sedangkan menurut Thurstone  bahwa sikap dijadikan derajat efek positif dan negative terhadap suatu objek psikologis. Serta menurut Soetarno (1994) mengartikan sikap sebagai pandangan atau perasaan yang disertai dengan kecenderungan untuk bertindak terhadap objek tertentu, dimana sikap senantiasa diarahkan pada suatu hal yang artinya tidak ada sikap tanpa objek seperti benda, orang, peristiwa dan lainnya.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan suatu tindakan yang terjadi berdasarkan pandangan, perasaan, pemikiran dan predisposisi terhadap lingkunga disekitarnya baik itu benda maupun orang yang berada disekitarnya dengan cara tertentu.

Pengertian Motivasi
Menurut Mc. Donald motivasi merupakan energy dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap suatu tujuan. Menurut Azwar (2000:15) menyatakan motivasi adalah rangsangan, dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang atau sekelompok masyarakat yang mau berbuat dan bekerja sama dengan optimal dalam melaksanakan suatu rencana demi mencapai tujuan yang telah ditargetkan. Menurut American Encyclopedia menyebutkan motivasi sebagai suatu kecenderungan ( sifat pokok ) dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu sifat yang terdapat dalam diri seseorang sebagai rangsangan, dorongan dan pembangkit semangat dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Pengertian Mawas Diri
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) edisi kedua, Balai Pustaka 1993 mengartikan mawas diri sebagai cara untuk melihat, mengoreksi dan memeriksa diri sendiri secara jujur dengan introspeksi diri agar tidak kembali jatuh pada kesalahan yang sama.

Berdasarkan gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa mawas diri diawali dengan bercermin dan introspeksi diri dan diakhiri dengan berkaca. Artinya bercermin adalah kita melihat dari luar apakah sudah bisa berpenampilan sesuai dengan keadaaan, sedangkan introspeksi artinya kita melihat pada dalam diri sendiri sudahkan kita ikhlas dalam setiap bertindak dan mampu menjaga hati dari sikap negative. Dan diakhiri dengan berkaca yang artinya setelah bermawas diri kita dapat melihat kembali berbagai hal yang sudah kita lakukan sudahkah melakukan hal – hal yang baik dan berguna atau sebaliknya.

Berdasarkan berbagai perngertian yang dijabarkan diatas, maka disimpulan sikap motivasi dan mawas diri adalah suatu tindakan merangsang semangat untuk mencapai hal yang diinginkan dengan tetap menanamkan sikap mawas diri agar tidak melakukan hal yang negative dan merugikan. Sehingga nantinya hasil dari seluruh sikap yang telah dilakukan dapat menjadi maksimal dan positif yang akan berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

Sumber :

Januari 02, 2015

Pembelian

Menurut Mulyadi (2001:299) pembelian adalah suatu usaha yang dilakukan untuk pengadaan barang yang diperlukan. Menurut Brown dkk (2001:132) mengatakan pembelian adalah “managing the inputs into the organization’s transformation (production process)”, yang dapat diartikan sebagai pengelolaan pendapatan yang kemudian diubah menjadi kejadian keputusan pembelian sehingga harus mampu memastikan bahwa pengeluaran sesuai dengan pendapatan. Sedangkan menurut Galloway dkk (2000:31) bahwa pembelian merupakan “The role of purchasing function is to make materials and parts of the right quality and quantity available for use by operations at the right time and the right place”, bila diartikan bahwa fungsi pembelian adalah menentukan keperluan – keperluan yang tepat dengan jumlah dan kualitas yang sesuai dengan waktu dan tempat yang pas.
Berdasarkan pengertian diatas, pembelian adalah suatu usaha pengelolaan pendapatan yang digunakan untuk mendapatkan keperluan yang sesuai dengan kualitas dan jumlah disesuaikan pada waktu dan tempat yang tepat. Sehingga pembelian tidak dapat dilakukan dengan hanya menebak dan sesuka hati saja, namun diperlukan pemikiran yang jauh lebih pintar.
Pembelian dilakukan melalui berbagi macam prioritas penting. Sehingga nantinya akan menghasilkan keputusan yang tepat. Berikut tahapan proses pengambilan keputusan pembelian, yaitu:
-          Perumusan masalah : pembeli harus bisa merumuskan masalah yang ada sebelum melakukan pembelian, seperti kebutuhan, harga, kualitas dan lainnya
-          Kebutuhan informasi : pembeli harus memiliki banyak informasi mengenai suatu produk agar tidak mengalami kerugian
-          Evaluasi alternative : pembeli akan melakukan evaluasi pada produk – produk yang memungkinkan untuk dibeli
-          Pengambilan keputusan : pembeli akan mengambil keputusan akan membeli suatu produk setelah memilih alternative terbaik
-          Evaluasi pasca-pembelian : pada tahap ini pembeli akan menilai tingkat kepuasannya sendiri, dimana kemungkinan akan membeli produk tersbut kembali dilain waktu atau akan berganti produk karena tidak sesuai harapan
Berdasarkan pemahaman diatas dapat disimpulkan bahwa pembelian adalah hal yang penting bagi konsumen agar tidak merugikan konsumen. Pembelian juga menjadi tantangan bagi produsen untuk bisa membuat konsumen mencapai tahap pembelian produk yang dihasilkan. Sehingga bisa mendapatkan keuntungan bagi kedua pihak.

Sumber :

Evaluasi alternative sebelum pembelian

Menurut Sudjiono yang mengartikan evaluasi berdasarkan segi penelitian bahwa evaluasi adalah proses penafsiran yang diterima dari hasil penghitungan atau kualitatif. Sedangkan menurut I Ketut Gede Yudantara, evaluasi adalah suatu proses dari rencana kerja yang penting untuk memperbanyak pemikiran logika dan kemampuan analisa seseorang. Menurut Gronlund dari segi pendidikan mengartikan evaluasi sebagai proses sistematis untuk menentukan sejauh mana tujuan pengajaran telah dicapai oleh para siswa.
Berdasarkan pengertian diatas, da[at disimpulkan bahwa evaluasi adalah hal terpenting untuk mengetahui apakah proses yang dilakukan sudah mendekati atau mencapai tujuan yang diharapkan. Evaluasi dilakukan bisa saat proses berjalan atau setelah proses mencapai akhir. Hal ini tergantung dari keputusan dari pimpinan masing – masing.
Dalam hal ini kita membahas evaluasi alternative sebelum pembelian. Setiap pembeli melakukan evaluasi agar tidak merasa dirugikan setelah membeli suatu produk. Beberapa hal yang biasa diperhatikan pelanggan untuk alat evaluasi antara lain :
-          Harga : harga menjadi faktor terpenting dalam evaluasi, karena harga yang menentukan apakah produk tersebut harus dibeli atau tidak
-          Produk pesaing : faktor ini menjadi alat bantu evaluasi pembeli, karena dengan adanya produk pesaing para pembeli akan semakin teliti dalam memilih produk
-          Prioritas : pembeli sudah pasti akan mendahulukan kebutuhan dari keinginan, sehingga produk yang menjadi kebutuhan akan lebih didahulkan dibandingkan keinginan yang dapat dilakukan dilain waktu
-          Brand / merk : salah satu faktor pembantu dalam keunggulan penjual dipasaran, karena bila brand sudah terkenal kemungkinan memiliki banyak pembeli sangatlah mungkin dimana pembeli sudah mengetahui lebih banyak mengenai produk tersebut
-          Kualitas : pembeli sudah pasti tidak ingin dirugikan dari segi kualitas, karena pembeli tidak akan mau membeli produk dengan kualitas yang rendah
-          Pendapatan : termasuk faktor yang paling mempengaruhi pembelian suatu produk, karena pembeli tidak mungkin melakukan pembelian melebihi pendapatan yang dimiliki
Berdasarkan hal – hal yang telah dijabarkan, maka seorang pembeli harus sangat teliti dan sudah pasti telah melakukan evaluasi alternative agar mendapatkan keputusan pembelian yang tepat dan tidak merugikan. Hal ini pula yag menjadi tantangan bagi para produsen untuk menghasilkan produk – produk yang berkualitas dengan biaya yang minim agar bisa mendapatkan banyak pembeli yang loyalitasnya tinggi.

Sumber :